Catatan Kapolres Trenggalek Januari 2022.

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi menceritakan ketika ia Menerima Laporan dari Kapolsek Panggul hari Selasa , 11 Januari 2022 , pukul 21.30 wib |unit reskrim polsek panggul menemukan link Video pada grup whatsapp || INFO SEPUTAR PANGGUL|| yang berdurasi 3 menit dengan isi adanya yang di upload oleh akun FB atas nama XX-XX, — hari Selasa , 11 Januari 2022 , pukul 22.00 wib Kapolsek Memerintahkan dilakukan penyelidikan terkait adanya postingan tersebut hari Selasa , 11 Januari 2022 , pukul 23.00 wib Kanit Reskrim melaporkan hasil penyelidikan melalui saksi bahwa korban adalah anak atas nama NN, warga Ds Manggis sebagai pelajar kelas 1 SD dan telah mendapatkan kekerasan dari gurunya yang bernama RENI FATMAWATI (Guru PTT) Dengan cara di cubit pada lengan tangan sebelah kanan hingga mengalami lebam.

Tim Penyelidik gabungan terdiri dari :
– BRIPKA HERY WAHYU M, SH ( KANIT RESKRIM)
– BRIPKA DIDIK SUNARTO( BKTM Ds Manggis)
– BRIPKA WAHYU SURYO (Anggota SPKT)
– BRIPKA DYMAS AMAL M . SH(RESKRIM)
– BRIPKA HERU WIDI N S.H.MH (Anggota Intel )
– BRIPTU AHMAD ASRORI (anggota spkt)

hari Selasa , 11 Januari 2022 , pukul 23.30 Kapolsek Menelpon Kepala Sekolah untuk menghadirkan besok pagi di sekolah Sdr TUJI (orang tua NAUFAL AFIF IZZUDIIN), dan korban NAUFAL AFIF IZZUDIIN, pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022 sekira pukul 08.30 wib kapolsek panggul bersama dengan Kanit Reskrim, anggota piket Reskrim, BKTM Manggis, anggota piket intel dan anggota Jaga mendatangi SD Negeri 3 Manggis dan melakukan klarifikasi terkait adanya peristiwa kekerasan pada anak tersebut dan diterima oleh Kepala sekolah SD Negeri 3 Manggis, para guru, Sdr TUJI (orang tua NAUFAL AFIF IZZUDIIN), dan korban NAUFAL AFIF IZZUDIIN, Hasil klarifikasi bahwa benar sdr NAUFAL AFIIF IZZUDIIN, adalah murid kelas 1 SDN 3 Manggis dan telah mendapatkan kekerasan dari gurunya yang bernama RENI FATMAWATI (Guru PTT) Dengan cara di cubit pada lengan tangan sebelah kanan hingga mengalami lebam.

 

TINDAKAN KAPOLSEK :

– Mendatangi TKP dan olah TKP
– Melakukan klarifikasi/koordinasi kepada pihak SDN 3 Manggis
– Memintakan VER terhadap korban
– Melakukan pemeriksaan interogasi/klasifikasi terhadap KORBAN, sdri TUJI (Ayah Korban), SDRI RENI FATMAWATI (Guru yang di duga sebagai pelaku kekerasan) dan sdri LILIK SUPIATI ( Kepala SDN 3 Manggis)
– Melaporkan Kepada Kapolres
-Kapolres Memerintahkan Untuk Penyelidikan dipenuhi alat bukti keterangan saksi dan Ver

pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022 sekira pukul 16:30 wib di Polsek Panggul orang tua/wali dari NAUFAL AFIIF IZZUDIIN menyampaikan kepada Kapolsek Panggul tidak mau melaporkan peristiwa tersebut ke ranah hukum dan menyadari akan kejadian tersebut dan sdri RENI FATMAWATI meminta Agar Kapolsek Menjadi Mediator untuk keadilan Rstoratif pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022 sekira pukul 17:30 wib Kapolsek Melaporkan kepada Kapolres Trenggalek perkembangan dengan adanya (pernyataan perdamaian kedua belah pihak dan video testimoni terlampir)* keadilan Restoratif terhadap Perkara ini pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022 sekira pukul 17:35 Kapolres memerintahkan Kepada Kapolsek Dengan dasar adanya surat perdamaian dan video testimoni dan memberikan petunjuk utk diadakannya Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Lanjutan oleh Pelapor dan Terlapor yang mencabut keterangan pada BA Interogasi sebelumnya, menjadikan proses penyelidikan dan untuk membuat Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan untuk diajukan kepada Kapolres karena terhadap perkara tersebut tidak lagi memenuhi ketentuan Pasal 183 KUHAP Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Sehingga, dapat dikonstruksikan untuk memenuhi syarat penghentian penyelidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 109 ayat (2) KUHAP yaitu penghentian penyelidikan karena tidak cukup bukti untuk klasifikasi Delik Biasa/Laporan.

Pendekatan Problem Solving Kapolsek Panggul (Perkara Viral Kekerasan Oleh Guru SD)
Mediatornya disini adalah Bhabinkamtibmas Desa Manggis Polsek Panggul, (Didik Sunarto) fungsinya hanya sebagai fasilitator untuk penyelesaian tindak pidana tersebut secara mediasi penal, sebagai mediator fungsi Bhabinkamtibmas antara lain untuk melakukan pengawasan dalam penyelesaian tindak pidana penganiayaan secara mediasi penal di Polsek Panggul dan menyediakan tempat untuk para pihak yang berperkara untuk melakukan negosiasi sehingga memperoleh kesepakatan damai. Hasil dari negoisasi tersebut apabila telah berhasil, maka Bhabinkamtibmas mewajibkan pihak pelaku penganiayaan harus membuat surat pernyataan yang isinya bahwa tidak akan megulangi perbuatan penganiayaan lagi dan bersedia melakukan perdamaian sebagaimana permintaan pelaku sebagai bentuk perdamaian dari hasil menunjukan bahwa para pihak diberi kebebasan oleh penyelidik dalam cara berdamai tanpa ada pihak yang mengintervensi secara mediasi penal di Polsek panggul hanya bisa dilakukan satu kali saja. Pelaku tindak pidana penganiayaan yang perkaranya sudah diselesaikan secara mediasi dan apabila mengulangi tindak pidana lagi akan diproses menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku sampai pada tahap peradilan dengan catatan penyidik melampirkan bukti surat pernyataan yang dibuat pelaku tindak pidana.

KESIMPULAN :

Untuk mendamaikan korban tindak pidana dengan pelaku tindak pidana melalui mediasi guna menyelesaikan perkara, mengembalikan serta memperbaiki kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat suatu perkara pidana dengan cara mempertemukan keluarga kedua belah pihak yaitu keluarga korban dan pelaku, atau dengan melibatkan tokoh masyarakat untuk menemukan solusi yang terbaik. Bhabinkamtibmas melakukan pengawasan dalam penyelesaian tindak pidana penganiayaan secara mediasi penal di Polsek Panggul dan menyediakan tempat untuk para pihak yang berperkara untuk melakukan negosiasi sehingga memperoleh kesepakatan damai. Hasil dari negoisasi tersebut apabila telah berhasil, maka Bhabinkamtibmas mewajibkan pihak pelaku penganiayaan harus membuat surat pernyataan yang isinya bahwa tidak akan megulangi perbuatan penganiayaan lagi dan bersedia untuk membayar kompensasi dari hasil perbuatannya kepada korban penganiayaan. Penyelesaian tindak pidana penganiayaan secara mediasi penal di Polsek panggulhanya bisa dilakukan satu kali saja. Pelaku tindak pidana penganiayaan yang perkaranya sudah diselesaikan secara mediasi penal dan apabila mengulangi tindak pidana lagi akan diproses menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku sampai pada tahap persidangan.

Artikel Latihanpolisi.id, Volume 1, Nomor 1, Januari 2022
Keadilan Restoratif Polsek Panggul Perkara kekerasan Oleh Guru SD.