Bentuk Kemitraan Polisi Republik Indonesia dengan Masyarakat Dalam Memelihara Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban. di kabupaten TrenggalekKepolisian Resort Trenggalek dalam melaksanakan tugas Kepolisian selaku pengayom dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik, bentuk kemitraan yang dilakukan pihak Kepolisian Resort TRENGGALEK khususnya bagian Bina Masyarakat antara lain pemberdayaan Pemolisian Masyarakat dan pemberdayaan pengamanan swakarsa. Seperti yang dijelaskan oleh Kasat Bina Masyarakat Kepolisian Resort Trenggalek : “Satuan Bina Masyarakat Kepolisian Resort Trenggalek ini Membentuk Polmas (Pemolisian Masyarakat), penerapan Polmas ini lebih menitik beratkan pada kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada seluruh aspek warga masyarakat, guna menciptakan jalinan kemitraan yang dinamis antara pihak kepolisian dengan warga masyarakatnya dalam upaya memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan Polmas pada Kepolisian Resor Trenggalek ini lebih khusus ditangani oleh Satuan Bina Masyarakat Polres Trenggalek yang dalam pelaksanaan kegiatanya tersebut bertujuan untuk mewujudkan kesadaran dan ketaatan hukum masyarakat dan kesadaran tentang keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan pengaruh faktor-faktor kriminogen terhadap munculnya kejahatan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan menerapkan Perpolisian Masyarakat Polri akan menyeimbangkan kegiatan pemberantasan kejahatan yang bersifat reaktif dengan kegiatan yang bersifat proaktif untuk mencegah berbagai kondisi sosial dan ketidaktertiban dalam masyarakat agar tidak berkembang menjadi kejahatan. Satuan-satuan Polri terdepan harus melibatkan warga setempat untuk bersama-sama menangani berbagai masalah keamanan dan ketertiban masyarakat dan kualitas hidup dilingkungan masingmasing”.

Senada dengan Kasat Bina Masyarakat Mujiata, Bentuk Kemitraan Kepolisian Resort Trenggalek dengan Masyarakat Dalam Memelihara Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban masyarakat, juga disampaikan oleh Kbo Satbinmas Kepolisian Resort Trenggalek : “Efektifitas konsep polmas dalam Menciptakan kamtibmas yang kondusif adalah dengan pembentukan Kampung Tangguh Semeru.

FKPM Sebagai tindak lanjut dari program Perpolisian Masyarakat tersebut yang telah diuraikan di atas maka perlu dibentuklah suatu wadah atau organisasi guna operasionalisasi Perpolisian Masyarakat tersebut. Wadah tersebut dapat berupa, FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat). FKPM adalah suatu organisasi kemasyarakatan yang bersifat independen, mandiri dan dalam kegiatannya bebas dari campur tangan pihak manapun. FKPM tersebut dapat disebut dengan nama dan istilah lain atau dengan bahasa daerah tertentu atas dasar kesepakatan masyarakat setempat.

FKPM dibangun atas dasar kesepakatan bersama antara Kapolsek, Camat/Kepala Desa/lurah dan tokoh masyarakat setempat. Ada pun beberapa bentuk kegiatan yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian Resort Trenggalek yang pada khususnya dipegang oleh Bagian Bina Mayarakat Polres Trenggalek diantaranya adalah yang pertama,

Membentuk pokdar Kamtibmas “Citra Bhayangkara”, mengukuhkan Pokdar kamtibmas citra Bhayangkara setiap kecamatan se Kabupaten Trenggalek masing-masing kelurahan/desa beranggotakan 5 orang warga setempat ; yang ke-dua Membentuk Forum Komunikasi Pencaksilat dan Beladiri (FKPSB) yang diinisiasi saat Sego gegok di ruang Rustam Adji bulan desember 2021 ,sebagai sarana komunikasi silaturahmi antar organisasi pencak silat se Kab. Trenggalek dengan tujuan agar tercipta perdamaian serta untuk memperkecil adanya gesekan antar pesilat. FKPSB dibentuk disetiap kecamatan diseluruh Kabupaten Trenggalek terdiri 24 perguruan silat; yang ke-tiga

Deklarasi damai dan pengukuhan FKPSB diikuti sebanyak 3000 pendekar dari 24 perguruan silat dibarengi dengan penandatanganan MOU deklarasi damai seluruh perguruan yang ada di Trenggalek yang keempat Kejuaraan pencak silat antar perguruan “KAPOLRES CUP” diikuti 250 peserta dari 24 perguruan yang ada di Kab. Trenggalek Dilaksanakan pada 29 Nopember 2013 selama 3 hari; yang ke-lima yang ke-enam Trenggalek Bebas knalpot Brong (TBKB) Dan Trenggalek Bebas balapan Liar (TBBL), rasia dilaksanakan setiap hari siang dan malam dengan sasaran sajam, senpi, handak, miras lokasi berpindah pindah sesuai hakekat ancaman; yang ke-tujuh Melaksanakan program Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan berlalu lintas, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada pelajar sebagai penerus bangsa tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, diikuti 5000 pelajar Sekolah Dasar (SD), SLTP dan SMU se Kab. Trenggalek yang ke-delapan Siaga bencana alam, dengan melaksanakan apel besar siaga bencana diikuti 250 Personel dari Polri, TNI, PLN, POM TNI, BPBD, damkar, satpol PP, Dishub, Dinkes dan PMI trenggalek dilaksanakan pada hari senin, 16 Desember 2021 di aaMapolres trenggalek ;

yang ke-sembilan Piramida diikuti anggota Polres Trenggalek dan wartawan dengan melaksanakan pembagian sembako dan perbaikan penampungan yang ke sembilan serbuan Vaksinasi merdeka Semeru untuk mencapai target vaksinasi dengan masing-masing anggota polres membaw 5 orang dan dua orang lansia .yang kesepuluh Dai kamtibmas berkolaborasi dengan dinas keagamaan untuk melantik 15 dai kamtibmas agar bisa menjaga kerukunan keagamaan di trenggalek yang kesebelas Pamor keris dan Ops yustisi secaru sinergi untuk kepatuhan prokes di kab trenggalek yang kedua belas kandani Lurah kemitraan dengan lurah dalam hal asistensi dalam pengfgunaan anggaran dan kolaborasi penanganan covid 19 yang ke empat belas kandani kepala sekolah kemitraan dengan kepala sekolah dalam hal asitensi dan pencegahan covid 19 yang ke 15 satgas covid 19 trenggalek kolaborasi dengan kodim dan dinkes dalam pengelolaan covid 19 yang ke enam belas lomnba mural dan optimalisasi desa wisata kolaborasi dengan dinas pariwisata dengan memmeperkenalkan potensi wisata di desa-desa dengan keratifitas dan kolaborasi antara babinkamtibmas dan lurah yang ke tujuh belas TBP Trenggalek bebas pasung yang ke delapan belas KID Kawasan inklusif Disabiltas kolaborasi dengan yayasan dan kabupaten terenggalek ubntuk membantu pembentukan kawasan inklusif bebas disabilats yang 19 Jaga trenggalek command centre Gedung layanan terpadu Jaga Trenggalek untuk memudahkan layan publik kepada masyarakat satu atap sehingga memudahkan masyarakat dalam pelayanan kepolisian yang ke dua puluh gerakan 10.000 pohon gerakan kolaborasi bersamna kabupaten trenggalek dan kodim 0806 trenggalek untuk mengajak masyarakat membuat sabuk hijau yang memitigasi ancaman bencana alam yang keduapuluh satu Jaga PSN Trenggalek Kolaborasi dengan proyek strategis nasional dengan menjaga dan memitigasi bila terjadi konflik sosial daan permasalahan terhadap pelaksanaan pembangunan proyek nasional yang ke dua puluh dua HANI kolaborasi dengan BNK untuk mencegah perderan dan penegakan hukum obat terlarang dan narkotika yang dua puluh dua vaksin mobiole layan bis vaksinasi kolkaborasi dengan dinas kesehatan untuk menjangkau dan memudah vaksinasi di kab trenggalek yang dua puluh tiga RASAolehraga bersama dengan ASN dan TNI serta kelompok dan komunitas untuk berolahraga bersama dan berbagi membantu sembako yang dua puluh empata Polres Pedulu kolaboorasi dengan dinas sosial untuk pengendalian sosial dalam membantu masyarakat agar dalam memenuhi kebutuhan pokoknya bias terpenuhiFaktor-faktor yang mempengaruhi kemitraan polisi dengan masyarakat. Dalam menjalin kemitraan Polisi dengan masyarakat tentunya tidak terlepas dengan berbagai masalah, karena masalah merupakan suatu hal yang harus dicari solusinya agar tercipta suatu jalinan yang harmonis antara pihak Kepolisian dengan Masyarakat. Hasil wawancara dengan Kasat Binmas Polisi Resort Trenggalek yaitu : “Faktor yang mempengaruhi Kemitraan Polisi dengan masyarakat salah satunya adalah rendahnya partisipasi masyarakat, disebabkan oleh karena keterbatasan kemampuan yang mereka miliki, seperti pendidikan dan kesempatan untuk mendapatkan informasi.

Demikian pula sering terjadi kesenjangan partisipasi antara elit penguasa dengan masyarakat yang kurang mampu pada umumnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ukuran sukses bagi suatu kemitraanpun yang bertujuan menciptakan pembangunan di negri ini adalah dengan besar dan luasnya partisipasi rakyat, bukan hanya sekitar para elit, untuk merencanakan dan mengendalikan perubahan dirinya sendiri”. (Wawancara dengan Kasat Binmas, Mujiata, tanggal 10 Januari 2022 di Polres trenggalek, Pukul 10.00-11.19 wib) Senada dengan hal diatas menurut Wakapolres Polisi Resort Trenggalek Kompol Heru dwi : “Selain kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjalin kemitraan, seperti tidak dipenuhinya undangan (tidak hadir atau mewakilkan). Tidak tepat waktu dalam menghadiri undangan, kurangnya transparansi antara masyarakat dan pihak kepolisian setempat, Polri juga memandang bahwa adanya rasio perbandingan yang sangat tinggi antara komunitas masyarakat dengan anggota polri mengakibatkan berjalanya tugas pokok dan fungsi polri dalam memelihara kamtibmas jelas kurang optimal jika harus dilakukan secara tunggal oleh pihak kepolisian, hambatan intern juga dirasakan oleh pihak kepolisian yang diantaranya adalah tidak seimbangnya personil kepolisian dengan jumlah masyarakat yang dibina”. Wawancara dengan wakapolres Trenggalek Kompol heru dwi Purnomo di Polres trenggalek , pukul 08.30-10.00 wib).Implementasi Polmas yang dilakukan Bintara Pembina Kamtibmas (Babinkamtibmas) sudah berjalan baik di semua kelurahan kecamatan kota Trenggalek , Namun di Kelurahan Munjungan Polmas itu tidak difungsikan, karena masyarakat setempat sudah bisa mengatasi sendiri berbagai macam gangguan Kamtibmas yang ada. Walter C .Reeless (Kunarto, 1995:24) mengemukakan bahwa “situasi kamtibmas di suatu Negara sangat dipengaruhi oleh partisipasi masyarakatnya”. Sehingga menurut hemat saya jika partisipasi masyarakat itu mulai rendah maka gejala atau inti timbulnya permasalahan besar dalam dalam memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat akan muncul dan berkembang. Seperti hasil wawancara dengan Kasat Binmas Polisi Resort Trenggalek Mujiata Faktor yang mempengaruhi Kemitraan Polisi dengan masyarakat salah satunya adalah rendahnya partisipasi masyarakat, disebabkan oleh karena keterbatasan kemampuan yang mereka miliki, seperti pendidikan dan kesempatan untuk mendapatkan informasi. Demikian pula sering terjadi kesenjangan partisipasi antara elit penguasa dengan masyarakat yang kurang mampu pada umumnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ukuran sukses bagi suatu kemitraanpun yang bertujuan menciptakan pembangunan di negri ini adalah dengan besar dan luasnya partisipasi rakyat, bukan hanya sekitar para elit, untuk merencanakan dan mengendalikan perubahan dirinya sendiri. Namun diantara serangkaian hambatan, terdapat juga factor pendukung yang datang dari pihak masyarakat, semakin banyak warga yang semakin sadara dan peduli terhadap lingkungannya. Sehingga warga setempat secara bersama ikut bergerak dalam menciptakan serta memelihara Kamtibmas. Hal ini terlihat dari hasil wawancara dengan Tokoh masyarakat di beberapa kelurahan kecamatan kota bahwa dari bulan ke bulan gangguan Kamtibmas mengalami penurunan secara signifikan

catatan kapolres Trenggalek AKBP dwiasi dari evaluasi ke dua puluh tiga kegiatan kemitraan selama Kapolres melakukan harkamtibmas Adapun Kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut:

  1. Kepolisian Resort trenggalek melakukan beberapa trobosan kreatif Bentuk Pelaksanaan dan penerapan kemitraan polisi dengan masyarakat yang mampu mengikat suatu komunitas secara bersamasama ternyata cukup efektif memberikan rasa aman pada warga masyarakat, menurunkan angka kejahatan, memudahkan komunikasi polisi dengan masyarakat, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada polisi.
  2. Dalam pelaksanaan terdapat faktor penghambat dan pendukung dalam menjalin kemitraan. Faktor penghambat diabtaranya, rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjalin kemitraan, masih banyak masyarakat awam yang belum sadar akan pentingnya jalinan kemitraan dengan polisi yang cenderung menyalah artikan tujuan dari kemitraan. Disamping itu terdapat faktor pendukung yaitu trobosan kreatif berkenaan dengan hal kemitraan masyarakat wilayah hukum Polres trenggalek semakin sadar dan peduli terhadap lingkungannya. Sehingga warga setempat secara bersama ikut bergerak dalam menciptakan serta memelihara Kamtibmas.

Hal ini terlihat dari hasil wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat di beberapa kelurahan kecamatan kota bahwa dari bulan ke bulan gangguan Kamtibmas mengalami penurunan secara signifikan, Adapun saran dalam artikel ini ini adalah :

  1. Mengenai bentuk kemitraan, Hendaknya ke depan lebih meningkatkan cara yang telah dilakukan yakni cara yang lebih humanistic seperti pendekatanpendekatan individual baik kepada masyarakat maupun kepada tokoh masyarakat. Dengan demikian masyarakat lebih tergugah hatinya untuk berperan aktif dan menjalin kemitraan dengan pihak Kepolisian. Dengan cara yang humanistic, kesadaran dan pemahaman masyarakat dapat lebih ditingkatkan, dan jika kesadaran masyararakat meningkat maka jalinan kemitraan akan tercipta dengan selaras, serasi dan seimbang sehingga tujuan memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban akan dengan mudah dapat terwujud.
  2. Untuk mengantisipasi faktor yang menghambat tingkat kerendahan partisipasi masyarakat akan jalinan kemitraan ini, Polri hendaknya dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip polmasnya dengan baik sesuai pedoman atau landasan dasar starategi dan impimentasi pemolisian masyarakat dalam penyelenggaraan tugas Polri. Upaya penting lainnya juga diperlukan dengan sikap atau cerminan yang terpuji sebagai suri tauladan bagi masyarakat agar pandangan masyarakat lebih mencintai polisidan mewujudkan Polri yang Presisi

Artikel Latihanpolisi.id, Volume 1, Nomor 2, Februari 2022
Bentuk Kemitraan Polisi Republik Indonesia dengan Masyarakat Dalam Memelihara Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban. di kabupaten Trenggalek